Festival Kesehatan Nelayan Udang Demak

Festival Kesehatan Nelayan dan Keselamatan: Nelayan Sehat, Laut Bersahabat

Read the English version click here

Pembahasan mengenai perikanan berkelanjutan sering kali berfokus pada aspek lingkungan — seperti kondisi stok ikan, habitat, dan sistem pengelolaan. Namun, di balik setiap aktivitas perikanan terdapat manusia yang kesehatan nelayan, keselamatan, dan kesejahteraannya menjadi fondasi utama keberlanjutan jangka panjang. Tanpa nelayan yang sehat dan terlindungi, upaya perbaikan perikanan tidak akan pernah benar-benar berhasil.

Pemahaman inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan, yang diselenggarakan bersama komunitas nelayan udang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada akhir Januari 2026.

Dari Komitmen Menuju Aksi Nyata

Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan diinisiasi oleh KOLEKTIF dan PT Cassanatama Naturindo sebagai bagian dari program FIP Indonesia Central Java white prawn trammel net and trap, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yaitu pada 29 Januari 2026 di Desa Bonang dan 30 Januari 2026 di Desa Bungo, Demak.

Kegiatan ini didukung oleh The International Fund for Fishing Safety (IFFS) melalui the FISH Platform, bersama mitra lainnya seperti AP2HI, MDPI, Yayasan IPNLF Indonesia (YII), dan Fair Trade USA. Seluruh mitra memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, keselamatan, dan tanggung jawab sosial, sekaligus memberikan dukungan nyata bagi nelayan udang skala kecil beserta keluarganya.

Di Demak, kegiatan ini menjangkau sekitar 400 peserta, yang termasuk nelayan beserta istri dan anak-anak mereka, yang berasal dari enam kelompok nelayan yang selama ini sudah terlibat dalam program FIP Indonesia Central Java white prawn trammel net and trap. Tingginya partisipasi mencerminkan kuatnya kolaborasi antar-lembaga sekaligus besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang mudah diakses di wilayah pesisir.

Layanan Kesehatan Nelayan yang Lebih Dekat

Selama dua hari pelaksanaan, nelayan dan keluarganya dapat mengakses berbagai layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan langsung di desa. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, tes darah, pemeriksaan mata, serta konsultasi dengan dokter umum.

Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi dengan dokter spesialis — seperti dokter penyakit dalam, dokter paru, dokter anak, serta dokter kandungan — yang dihadirkan melalui program Spelling (Spesialis Keliling) dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai bagian dari aksi kolektif, peserta juga menerima obat-obatan dasar serta paket P3K, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan tidak hanya selama acara berlangsung, tetapi juga setelahnya.

Bagi banyak nelayan, akses terhadap pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh sering kali terbatas oleh jarak, biaya, dan waktu kerja. Kehadiran layanan kesehatan langsung di desa membantu mengurangi hambatan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa akses kesehatan masih menjadi isu sosial penting dalam sektor perikanan.

Kesehatan Nelayan, Hak, dan Kesadaran Sosial

Festival ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, dialog, dan pemberdayaan.

Di sela-sela layanan kesehatan, KOLEKTIF memfasilitasi sesi sosialisasi mengenai hak-hak nelayan dan tanggung jawab sosial, termasuk pengenalan terhadap Kebijakan Hak Asasi Manusia dan Tanggung Jawab Sosial (HRSR) yang menjadi panduan aspek sosial dalam perbaikan perikanan. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman nelayan mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme perlindungan yang tersedia bagi mereka.

Selain itu, mitra lainnya juga menyampaikan materi terkait pemberdayaan perempuanoleh IOJI, jaminan sosial dan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta aspek legal dan administratif perikanan, dengan dukungan dari otoritas pelabuhan. Pendekatan ini mencerminkan pandangan holistik bahwa kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik, tetapi juga oleh akses terhadap informasi, perlindungan sosial, dan partisipasi.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan di Demak tidak terlepas dari keterlibatan aktif berbagai pihak lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan instansi pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten, dinas kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, pemerintah desa, BPJS Ketenagakerjaan, organisasi masyarakat sipil, jaringan akademisi, serta institusi perikanan.

Para mitra yang terlibat antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, GPEI Jawa Tengah, Kecamatan Bonang, Kecamatan Wedung, Klinik Rifda, Puskesmas Bonang I dan II, Puskesmas Wedung I dan II, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah, Yayasan TAKA, Indonesia Ocean Justice Initiatives (IOJI), serta Kelompok Alumni Perikanan Universitas Diponegoro (KERAPU).

Kolaborasi luas ini menunjukkan bahwa penerapan tanggung jawab sosial dalam perikanan membutuhkan kerja bersama — tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukannya sendiri.

Kesehatan Nelayan dan Perikanan Berkelanjutan

Dalam konteks perikanan berkelanjutan dan komitmen tanggung jawab sosial, inisiatif seperti Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan menunjukkan bagaimana prinsip sosial dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. Kesehatan dan keselamatan kerja, akses terhadap layanan dasar, pemahaman hak, serta perlindungan sosial merupakan bagian penting dari perikanan yang bertanggung jawab dan berkaitan erat dengan penilaian risiko sosial (Social Risk Assessment/SRA) serta proses perbaikan yang berkelanjutan.Festival ini bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju perikanan yang lebih inklusif dan berpusat pada manusia. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan sejati hanya dapat dicapai ketika nelayan sebagai pelaku utama perikanan berada dalam kondisi sehat, terlindungi, dan berdaya.


Comments

One response to “Festival Kesehatan Nelayan dan Keselamatan: Nelayan Sehat, Laut Bersahabat”

Leave a Reply to Fishers Health and Safety Festival: Nelayan Sehat, Laut Bersahabat Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *